CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sunday, October 11, 2009

antara kucing dan ayam

Dengan namaNya, Tuhan Pencipta sekalian alam, yang hanya kepadaNya segalanya tersandar..

Been worrying a lot lately. About stuff. Relevant ones, and irrelevant included. Sometimes out of necessity, sometimes merely due to curiosity.

Choices. All over again. Life really loves that. Decisions, decisions, decisions. And of the consequences.

Being a mere human, of course what we rely on mostly to make decisions is the logic. But somebody told me,

"Kadang-kadang kita terlalu berfikir dan bergantung pada logik akal. Sedangkan the flow of life isn't all revolving logic. Like, antara kucing dan ayam. Bila ayam masuk rumah, beria la kita halau dengan penyapu or baling dengan apa-apa yang tercapai, siap tu boleh lagi nak sepak ayam tu supaya keluar dari rumah. Lain dengan kucing, kita belai-belai and sesetengah tu sampai cium-cium bagai. Tapi, ayam yang kita sepak tu la yang kita sembelih dan makan untuk bekalkan khasiat kepada badan kita. Ayam yang kita tahu kalau dalam reban dia duduk atas hasil buangan kawan dia. Ayam yang kita just bagi makan dedak. Tapi adakah kita tangkap kucing dan sembelih? Kucing yang bersih yang kita mandikan, yang kita bagi makan Whiskas yang mahal tu. Kalau ikut logik akal, memang la kita pilih yang bersih dan terjaga tapi dalam sesetengah perkara, perkiraan itu salah and in fact haram pulak tu untuk kita makan daging kucing." credits to (afah_arie)

Hmm... Well, fair enough. Very true. But still, often we got blinded with what we can perceive physically, what's apparent and the obvious, rather than how it affect us in ways we can't really see.

Wallahualam.


[Tiada kebaikan yang sampai kepadamu kecuali diizinkan olehNya, dan tiada apa yang dapat mendatangkan mudarat kepadamu kecuali apa yang telah ditetapkanNya. Sesungguhnya kalam telah diangkat dan lembaran sudah kering.]